Wednesday, November 24, 2021
Home Kesehatan Langkah Pencegahan HIV/AIDS

Langkah Pencegahan HIV/AIDS

HIV/AIDS ialah penyakit yang mungkin masih jadi momok bagi banyak orang. Faktanya, HIV / AIDS ialah infeksi yang dapat ditebus sepanjang kita memahami fakta yang sebenarnya. Penghindaran HIV/AIDS harus dilaksanakan lantaran takkan anda obat untuk infeksi virus ini. Dengan memahami trik penangkalan HIV/AIDS, kita dapat terbebas dari aktifitas yang mendiskriminasi pasien.

Pencegahan HIV AIDS yang bisa diterapkan

HIV / AIDS ialah penyakit yang dapat dicegah. Berikut ialah cara untuk melindungi penyebaran HIV AIDS untuk dipertimbangkan:

1. Memahami risiko diri

dalam penangkalan HIV AIDS, kita harus mengetahui dengan jelas posisi kita apakah konsekuensinya atau tidak. Misalnya, Kalian harus menerima informasi tentang HIV dan AIDS dari sumber tepercaya, mengetahui rute penularan, dan memahami jenis kegiatan yang berakibat mengedarkan virus. Berarti untuk diketahui bahwasanya HIV dapat disebarkan lewat campuran tubuh, kayak air mani, campuran vagina, darah, dan ASI. Dengan Cara singkat, rute utama penyebaran termasuk berbentuk seks, memanfaatkan jarum suntik bersama, sampai-sampai menyusui.

2. Gunakan kondom

Hubungan seks ialah diantaranya rute utama penyebaran HIV. Sepanjang ini, pemanfaatan kondom masih yaitu kiat yang dapat dipercaya untuk menyelamatkan HIV AIDS, sekalian menjauhi kehamilan dan infeksi intim (STD) lainnya. Bahkan, diambil dari situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memakai kondom lateks dapat memberikan proteksi dari HIV dan STI yang lain sampai 80%. Menghindari STD lain benar-benar bernilai dalam merendahkan risiko HIV/AIDS. Sebab, IMS lain senantiasa ‘mempercepat’ penyebaran HIV karna dapat memusingkan jaringan dan vagina.

3. Jauhi narkoba dan minuman keras

HIV dan AIDS dan alkohol tak cuma makin luas melewati korelasi seks saja. Banyak pasien juga tertular virus karna pemanfaatan obat jarum suntik. Untuk pemahaman Departemen Kesehatan pada triwulan II 2019, persentase HIV positif dari konsumen obat suntik meraih 8,2% dari total kasus di Indonesia. Obat dalam bentuk apa pun bisa beresiko bagi tubuh. Sampai-Sampai apabila kau pingsan karna minuman keras. Dampaknya tentu tak cuma HIV, melainkan juga penyakit yang bermacam-macam sampai kematian.

4. Konsumsi obat jika baru terpapar HIV

jikalau Kalian mempercayai bahwasanya bila Kalian mengidap HIV, menyerupai dengan mengadakan jalinan seks yang tak aman, Kamu dapat dengan kencang menemui dokter untuk memperoleh obat penjauhan infeksi. Konsumsi obat ini sehabis terpapar diucapkan dengan profilaksis pasca-paparan (PEP). Dokter mungkin ingin memberikan obat antiretroviral tenofovir dan emtricitabine dikonsumsi sepanjang 28 hari. Konsumsi obat sesudah terpapar diinformasikan untuk kurangi risiko infeksi HIV sampai-sampai 81%, apabila diurutkan dalam paling tidak 72 jam sesudah terpapar.

5. Konsumsi obat PrEP

Profilaksis pra-paparan (PrEP) ialah langkah penyingkiran HIV AIDS di mana konsumsi tiap hari obat antiretroviral. Departemen Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan untuk bertukar benak dengan dokter Kalian perihal konsumsi PrEP bila Kamu ialah bagian dari populasi beresiko tinggi.

6. Menjalani sirkumsisi atau sunat

Beberapa uraian menginformasikan kalau sunat atau sunat dapat kurangi risiko satu orang terjangkit HIV sampai-sampai 60%. Bicaralah dengan dokter Kalian untuk mengamati apakah Kamu bisa memperoleh sunat.

7. Menggunakan jarum steril

Gunakan jarum sterilJika Kamu memberikan suntikan obat, tato, atau tindikan, gunakan jarum steril yang tak dibagikan. Persoalan ini hendak menolong melindungi penyebaran HIV. menjauhi ncjr3 HIV AIDS supaya tak menginfeksi orang lain gupso pengelakan HIV AIDS tak cuma harus dipraktikkan untuk diri sendiri. Supaya orang lain tak terinfeksi virus ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan:

Pencegahan HIV AIDS agar tak menularkan ke orang lain

Pencegahan HIV AIDS tak hanya perlu diterapkan untuk diri sendiri. Agar orang lain tidak ikut terinfeksi virus ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan:

8. Tes secara berkala

Jika Kalian ialah bagian dari grup berkesudahan tinggi yang terinfeksi HIV, tes rutin sungguh-sungguh dianjurkan. Jikalau Kamu diberitakan positif HIV, Kalian hendak diserahkan obat antiretroviral grup hidup (ARV) maka virus dalam tubuh dapat melemahkan dan merendahkan risiko infeksi oportunistik. Tak cuma itu, dengan mengetahui status masing-masing, Kamu menolong orang lain menjauhi paparan virus ini, termasuk merendahkan risiko penyebaran ibu hamil dan ibu menyusui pada bayi mereka.

9. Rutin minum ARV

ARV yang dikonsumsi oleh pengidap HIV dapat melemahkan virus dalam tubuh mereka. Tak sampai di situ, konsumsi obat ini dengan cara teratur dapat menolong menciptakan status pasien tak terdeteksi atau “tidak terdeteksi”. Pasien hiv-positif tapi tak terdeteksi diberitahu jika mereka tak bakal mengedarkan virus ke orang lain – sepanjang ARV dikonsumsi dengan cara teratur sebaya hidup.

Sumber : kondomsutra.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Service AC Mobil Toyota di Bengkel

doktermobil.com – Penyejuk kabin mobil ataupun air conditioner( AC) saat ini sudah jadi salah satu komponen yang diperlukan dalam kendaraan roda 4. Semacam...

Terlengkap & Gratis! Ini Daftar Situs Nonton Film Pengganti IndoXXI

Situs streaming Film Nonton tentu bisa jadi opsi tertinggi kala Kalian ingin menghentikan kepenatan sesudah seharian beraktivitas, ya, geng.

Inilah Daftar Harga Jasa Penyemprotan Disinfektan

Kami memanfaatkan air disinfektan yang diracik dengan percampuran yang cocok antara chemical disinfektan beserta air selaku pelarut maka efisien menindas bibit penyakit...

Jenis model rumah minimalis sederhana yang harus Anda ketahui

Jenis model rumah minimalis sederhana yang harus Anda ketahui Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Tentunya jika harga...

Recent Comments